);

https://www.imdb.com/title/tt6133130/mediaviewer/rm2699633664

Jatuh cinta adalah dua kata sederhana yang terlalu sering kita dengar. Dua kata yang kadang terdengar menyebalkan, kadang justru membuat gelisah.

Sering jatuh cinta tidak lantas membuat seseorang menjadi ahli menghadapi efek sampingnya. Gelisah, penuh tanda tanya, dan gugup berlebihan. Tidak waras, menggebu-gebu, dan aneh. Susah tidur, tidak fokus, dan uring-uringan. Gejala normal yang dirasakan ketika jatuh cinta.

 

But, do you really know how love works?

Tiba-tiba nervous berhadapan dengan seseorang lantas menganggap diri kita sedang jatuh cinta?

Suka rindu menghabiskan waktu bersama seseorang bisa dijadikan indikator kalau kita sedang jatuh cinta?

Kepikiran orang yang sama terus menerus berarti kita sedang jatuh cinta?

TIDAK SELALU.

But why?

Beberapa hari yang lalu saya mendengar curhatan seorang teman. Mengeluh lebih tepatnya. Tentang sederet nama yang masih saja membuat nya gelisah, bimbang, berganti mood tidak karuan, dan efek samping jatuh cinta lainnya.

Menurutnya, ia sedang jatuh cinta dengan 3 atau 4 orang itu. Dia percaya bahwa seseorang bisa saja jatuh cinta pada lebih dari satu orang pada saat bersamaan. Lalu saya tertawa. Mencoba menceritakan ringkasan film Professor Marston And The Wonder Women padanya.

Merasa teorinya tentang jatuh cinta didukung oleh kisah “the real cinta segitiga”nya Profesor Marston, si teman ini membela diri sendiri bahwa ia benar-benar sedang jatuh cinta pada lebih dari satu orang secara bersamaan.

Saya kurang ikhlas dengan pendapatnya yang terdengar egois ini. Meskipun saya sangat setuju dengan konsep dua sisi mata uang.

Konsep Dua Sisi Mata Uang?

Ia. Momen ketika seseorang bisa jatuh cinta dengan dua orang di saat bersamaan namun yang diisi adalah sisi berbeda dari orang tersebut.

Anggap lah seorang manusia ini adalah sebuah koin uang 1000. Sisi yang tertera nominal adalah sisi jelas dari orang tersebut. Sisi yang diperlihatkan pada orang lain. Sedangkan sisi satunya, adalah sisi abstrak yang tidak bisa disimpulkan sembarangan.

Bingung?

Begini. Setiap orang punya sisi gelapnya masing-masing. Dark side yang tertutup. Di sisi gelap ini, faktor yang paling dominan mempengaruhi cara seseorang membuat keputusan adalah nafsu, dan ego.

Mungkin ini yang menyebabkan seseorang bisa jatuh cinta pada dua orang sekaligus. Sebab, orang pertama yang membuatnya jatuh cinta adalah orang dengan kriteria sesuai akal dan memori tertentu. Sedangkan orang satunya lagi adalah orang dengan kriteria yang ditentukan oleh nafsu, ego, dan “ruang” lainnya yang tidak terpenuhi oleh orang pertama.

Percaya tidak percaya, kisah seperti ini benar-benar ada dan sering terjadi.

Mungkin kamu perlu nonton film Professor Marston And The Wonder Women dulu baru bisa paham.