);
1.30 | eps.2

1.30 | eps.2

Beberapa hari berlalu, aku yang pengecut hanya memandang Della dari jauh. Semenjak hari itu aku sering berpapasan dengannya, dan kami hanya saling senyum tanpa tegur sapa. Bon Cabe yang terasa manis itu kini semakin menunjukan pedasnya. Sepertinya aku bukan orang yang...
Kelana; Mesin Air Layan Diri | part. 2

Kelana; Mesin Air Layan Diri | part. 2

Langit sedang sedikit mendung ketika aku menulis ini. Sejurnya dari pagi pun langit sudah seperti ini. Dan aku tidak sabar menunggu hujan turun padahal tadinya aku tidak suka dengan hujan. Tapi jenis ketidak sukaanku pada hujan bukan dengan hujannya, aku hanya tidak...
Kelana; Mesin Air Layan Diri | part. 2

Kelana; Sebuah Narasi dari Perantauan | part.1

Aku selalu memilih untuk menjalani kehidupanku dengan cara paling sederhana, dengan jalur paling mudah yang bisa aku tempuh. Mungkin aku bisa dikategorikan sebagai orang yang tidak terlalu suka keluar dari zona nyaman. Lebih jauh lagi, aku bisa dianggap sebagai orang...
1.30 | eps.2

1.30 | eps.1

  “Arel mau istirahat jam berapa?” tanya kak Intan, team lead-ku hari itu.  “Bebas kak.” aku menjawab singkat.  “1.30 ya?” tanya dia balik dan langsung kuserang dengan jawaban “Oke komandan” seperti biasa. Bekerja sebagai Customer Service membuatku tak begitu...
Pengandaian – #loveletterseries | eps.3

Pengandaian – #loveletterseries | eps.3

  Jika saja setiap puisi diawali dengan pengandaian seperti di saat bulan berbicara, pohon menari atau hujan yang berbisik, aku juga ingin berandai. Andai kamu ada di sini. Sore itu hujan lebat bahkan tak ada lagi gedung yang dapat dilihat dari jendela kamarku...
Dua Nenek dan Sungai Danube

Dua Nenek dan Sungai Danube

Angin sejuk sisa-sisa musim dingin masih meniup ranting-ranting gundul di Prater park. Cukup sejuk untuk membuat kopi pagi Renee kehilangan kepulan uap nya dengan segera. Kopi pagi dalam mug berwarna biru tua yang baru akan habis setelah matahari petang terlihat...