" /> home-v2 - SUCI BYT );

SUCI BYT

Read MY Head

Jikapun Tuhan tambahkan tiga jam lagi

Tetap saja sehariku butuh lebih dari itu

Kalaupun seminggu itu selusin hari

Masih saja aku kekurangan masa denganmu

– Suci BYT –

k

Articles

This is me trying to say something in a proper way. Because when I saw something, I heard something, I care about it, I write.

The New Normal, Cara Kita Untuk Tetap Normal

Baru saja Ramadhan berlalu. Lebaran datang dan kita melalui hari lebaran yang biasanya menjadi momen kumpul keluarga dengan hanya di rumah sambil memandang layar HP masing-masing sebagai pengganti peluk dan jabat tangan yang tidak tersampaikan. Ada yang bersedih, ada yang hanya pasrah, ada yang menganggap keadaan seperti ini hanya sebagai bentuk naik-turun dalam hidup.

Gara-Gara Mr. Ron

Terlalu banyak detail kecil yang tadinya tidak kita anggap penting justru baru terasa berarti setelah kita melewati hari-hari penuh cuci tangan dan jaga jarak ini. Banyak hal yang kita rindu sementara selama ini hanya terlewatkan begitu saja. Seperti melihat senyum kasir di pusat perbelanjaan yang sekarang tertutup masker misalnya.

Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Ritual dan Rutinitas

Ketika sesuatu yang kamu lakukan berulang-ulang dan terus-menerus itu terasa membosankan, barangkali kamu hanya sedang menjalani rutinitas tanpa sempat menyelinginya dengan kegiatan lain. Dan jika sesuatu terasa sedang tidak berjalan dengan baik dalam hidupmu (hubungan dengan orang tua atau pasangan misalnya), mungkin ada ritual yang tertinggal dari proses interaksi tersebut.

Secuil Narasi Tentang Bahagia

Bahagia itu lahirnya di bagian tidak terlihat di dalam kepala itu, kemudian menjalar ke potongan abstrak di balik dada yang sering terasa sesak itu dan tidak mudah menemukannya ketika pikiranmu sibuk mencari tahu apa yang membuatmu tidak bahagia.

Ritual Menyembuhkan

Setiap kali ada teman atau keluarga nanya, “Sekarang lagi nulis apa?” aku hanya bisa diam nyengir sambil mengutuk diri sendiri, “C’mon lazy ass, you should be writing!” lalu membayangkan kebiasaan buruk berminggu-minggu terakhir; buka laptop, buka Microsoft Word,...

1.30 | eps.1

Bekerja sebagai Customer Service membuatku tak begitu memikirkan waktu istirahat. Akan sama saja pikirku, kita harus istirahat sendiri-sendiri. Pola kerja yang membutuhkan kehadiran manusia 24/7 membuat antara aku dan teman-temanku harus beristirahat bergantian.

Pengandaian – #loveletterseries | eps.3

Jika saja setiap puisi diawali dengan pengandaian seperti di saat bulan berbicara, pohon menari atau hujan yang berbisik, aku juga ingin berandai. Andai kamu ada di sini.

Dua Nenek dan Sungai Danube

Laura menghela napas mengisi rongga dadanya yang terasa hangat. Jelas ada banyak salju yang meleleh di dalam sana. Terlalu meleleh hingga dua matanya yang masih saja terlihat menyala mulai basah. Laura melingkarkan tangannya di pundak Renee lalu mengusap wajah Renee dengan mata ikut memperhatikan permukaan Danube. Of course they are, bisiknya membatin sambil membiarkan lelehan salju tadi meluncur dari ujung matanya.

Malam Minggu Luigi – Part 1

Suatu Sabtu, setelah datang ke sudut Jakarta Selatan dan bertemu dengan seseorang, malam minggu untuk pertama kalinya menjadi sebuah malam panjang yang membekas kuat, menempel, dan membungkus ku, manis.

Like Never Before – #loveletterseries | eps.2

I’m annoying and careless. I do what I want most of the time without even thinking, but also at the same time thinking too much, about other humans, about other anything. I don’t know how to explain it clearly, but most of the time I also find it hard to even understand my own-self. One thing I know, I have a strong solitude and hardly people notice I need to break them apart when I fall in love.

k

Stories

Hanya seorang Suci BYT yang sedang berkhayal sambil mencumbu tombol-tombol keyboardnya.
k

Poetry

Menulis, jatuh cinta dan patah hati adalah hal yang begitu dekat dengan saya.
Berenang di antara ketiganya melahirkan diksi-diksi ini.

Rahasia;

Ritme yang kau sebabkan di jantungku
Ingin berteriak dengan suara paling lantang
Menyeru namamu leluasa
Untuk menegur nyawaku
Kau tak perlu risau ada sesiapa

Kau Menghujan

Kita berjumpa tanpa perlu terlalu berencana
Tadinya aku benci itu ibu kota
Berubah sudah sejak kau kecup aku disana
Sebab cerita yang ada setelah senja datang
Adalah tentang kita yang bertemu untuk merasa pulang

Calon Mantu

Perlu sekali rasanya Mama tau namamu Biar nanti beliau paham Tentang alasan cantik Dibalik senyum apik setiap hari ini   Perlu sekali rasanya Papa mengenalmu Biar nanti tak risau mencariku dimana Sebab ia tau tentang tempat pulangku Selain di bawah atapnya...

Video I’ve Created :