You love cooking
As much as I love writing
Baking is your poetry
Your Whisk dance like a pen
Your tasting palate
Is where you keep the metaphor
It’s your journal
I would say
I only know the oven
As your one true friend
She never betrayed your expectation
The kitchen is your library
The ocean of imaginations
It warps time for you
As magical as writing table
Does to mine
I published my work
You sell yours
I did it all for happiness
But I don’t know about you
Is standing all day for one cake
Are the things that heal you?
Or is it because you have to?
Either way
You and all that
Is a poetic dedication after all
And that’s just one
Out of gazillion reasons
For how huge the measure
Of how much
I adore you, Ma!
(November, 10th 2022)

Ritme yang kau sebabkan di jantungku
Ingin berteriak dengan suara paling lantang
Menyeru namamu leluasa
Untuk menegur nyawaku
Kau tak perlu risau ada sesiapa
Ritme yang kau sebabkan di jantungku
Meringkuk saja untuk kita berdua
Walau untuk bilang cinta kadang harus bisik-bisik
Tetap saja asmara kita ini adalah skenario paling apik
Ritme yang kau sebabkan di jantungku
Masih di balik pintu dan bersembunyi
Tak apa, sayang
Cerita ini memang untuk kita sendiri
Pada gerimis yang meninggalkan bekas rintik pada tanah
Kita pernah mengeluh tentang kaki yang terpaksa berteduh
Juga tentang dingin yang membuat kaktusmu berhenti tumbuh.
Pada gerimis yang enggan membasahi Januari yang tandus
Kita pernah mengeluh tentang tenggorokan kering yang selalu haus
Juga tentang kulit yang tidak lagi terasa halus.
Pada gerimis yang merahasiakan rindunya pada awan hujan
Kita pernah mengeluh tentang jemari yang lama tidak bersentuhan
Juga tentang debar yang lama tidak lagi kita rasakan.