Because I don't Know Physics

Caught up in a loud silence of your voice

Trying to figure out the difference between vibrance and the inaudible waves inside my chest

But I have kinetic energy in me

It gets stronger every time I drown back into the momentum we had

Now help me count how many joules is that

Because the mass of my molecules increased

Maybe it’s your gravity

Or you just gave my heart a resonance

And my resistance is no longer under control

But baby you’re the physicist

So please tell me how this First-Law of Motion works on us

 

Dengarkan Hujan Agustus

Kata mereka Agustus tidak lagi gersang

Sebab Jumat keduanya telah disiram sebasah-basahnya hujan

Malam itu kau dan aku sama-sama harus bersembunyi

Sebab ada rahasia yang masih aku gauli

Katamu bilang saja terus terang

Padahal kau sendiri yang sengaja pura-pura tuli

 

Mari Bermain Hujan Denganku

Berhujan denganku tidak akan membuatmu basah

Tapi jika berbasah-basah yang lebih kau mau

Aku bisa apa

Robekpun payungku, hujan tidak akan turun menyiram bahuku

Terserah hujan mana yang lebih kau suka

Yang aku tau

Bermain hujan denganku pasti akan mengajarimu untuk candu

 

Kau Dan Pergantian Musim

Aku merahasiakan musim hujan darimu

Sebab kau lebih suka bermain kering pada kemarau di tepian Gangga

Aku menyimpan musim semi untukmu

Sebab nanti kau pasti butuh untuk mampir ke taman bunga ini

 

 

Sebelum Hari Ini

Bukittinggi masih dingin ketika pagi

Dan tanah Agam terlalu basah untuk disinggahi

Kala itu,

Usai bertumpah keluh ke atas

Ia turun dalam sepagi

Angin gunung Singgalang masih menggigil

Dan bumi Buya Hamka terlalu asing setiap hari

Waktu itu,

Setelah mengemis ke atas

Ia hinggap semasa satu terik matahari

Maka seperti hujan yang baru turun sekali dalam selusin hari

Dan awan gelap yang seolah hendak mebanjiri

Dan angin utara yang meniup kelopak kamboja setiap pagi

Dan riuh jalan Sudirman ketika remang datang

Dan langkah ramai di stasiun kereta

Dan kering debu yang menempel di ujung sepatu

Dan gelap sudut pasar yang ditinggal penjual kain

Dan rahasia bunga kuning di meja kerjanya

Aku menyimpan kasih yang belum bisa dibawa berjalan

Aku mengurung rindu yang belum bisa mengeja tiga kata

Aku membungkam jawaban yang berkali-kali ia tanya

Aku menimbun gelisah yang setiap hari ditambah-tambahnya

Aku melambungkan duga yang kian berbunga-bunga

Ah,

Waktu itu

Sebelum ini

Dan nanti setelah tidak lagi

Baru dilihatnya beda cerita yang disampaikan jemari ini

 

Gejolak Air Laut

Aku ini lelah beriuh-riuh ala air laut

Lelah menunggu gelombang yang ramai ini pecah di pinggir pantai

Bergejolak sepagi, keruh setelah setengah hari