);

Gejolak Air Laut

Aku ini lelah beriuh-riuh ala air laut Lelah menunggu gelombang yang ramai ini pecah di pinggir pantai Bergejolak sepagi, keruh setelah setengah hari  

Diusili Angin Tanah Pasundan

Angin di tanah Pasundan bersepakat denganmu senja ini Mengusiliku yang tidak bisa menegaskan apa yang terasa ketika kau ada Harusnya ketika kau tanya, aku tidak sehening itu Berkata aku belum bisa mengaku Padahal mungkin sudah masanya kau lihat warna kulitku Bahwa...

Kataku

Sudah kuceritakan waktu itu Ketika purnama berwarna biru Kubilang bahwa perkara jatuh cinta, aku ini angkuh luar biasa Kau miringkan kepalamu ke arah bahu kiriku Katamu; Seperti apa pula angkuhku itu Kataku; Cintaku selalu nomor satu...