Embracing Life's Beautiful Chaos: Why It's About Growing Stronger, Not Just Getting Easier

Hola, fellow adventurers! Life has a funny way of throwing us curveballs, right? Lately, I've been in a writing slump, struggling to find that creative spark. But guess what? Something incredible happened—one fine morning, a force deep within me urged me to write again. Little did I know that this unexpected push would lead me on a journey of self-reflection and discovery. So, grab your virtual backpacks, and let's explore the real deal behind personal growth in this crazy thing called life.

Breaking Free from Illusions:

For the past half of 2023, I found myself unable to unleash my words in their full glory. Sure, I journaled and jotted down some poetic musings here and there, but it felt like something was holding me back. Maybe it was the pressures of adulting, or perhaps a lack of time due to my demanding full-time gig. But guess what? It's time to kick those creative barriers to the curb!

Navigating Life's Mysterious Maze:

As a kick-ass 30-year-old with a 9-to-5 grind and a love-hate relationship with my paycheck, I've asked myself some serious questions. Has life gotten easier since my wild 20s? What if my younger self chose a different path? Do I even learn anything from this wild ride on planet Earth? These queries might seem intense, especially because it’s 2023 and 40 is the new 17? But guess what? We're about to flip the script.

Embracing Life's Ups, Downs, and Everything In Between:

I once wrote a poem about “The Walk”. 

           This walk ain’t got easier
          The climb still took my breath
          The rocks still hit my knee
         The heavy rain still push me to stop and find a roof

 

Now picture this: Life's journey is a thrilling rollercoaster ride, complete with adrenaline-pumping twists and heart-stopping drops. It's not a linear path where everything magically becomes a breeze. No, my friends, it's a wild whirlwind of challenges, growth opportunities, and some pretty awe-inspiring triumphs.

Unleashing Our Inner Warriors:

Okay, let's get real here. You know those moments when you thought you couldn't handle another curveball, but you totally crushed it? Well, that's where the magic happens. Life's challenges don't magically disappear as we blow out more candles on our birthday cakes. Instead, we become warriors—strong, resilient, and ready to conquer anything that comes our way.


Life isn't about waiting for an effortless existence;

Let's drop the facade and embrace the chaos! Life isn't about waiting for an effortless existence; it's about fearlessly diving into the unknown. Sure, there are ups, downs, and moments that test our mettle, but we are the ones who determine our destinies. With every hurdle we leap, we grow wiser, bolder, and more compassionate.

In a world that often peddles quick fixes and easy solutions, we choose to stand tall. Let's face life's challenges head-on, knowing that the journey is far from linear. We'll navigate the twists, turns, and detours, transforming into the fierce individuals we were always meant to be.

So hold on tight! Life's beautiful chaos awaits, ready to shape us into versions of ourselves we never thought possible. Remember, it's not just about getting easier—it's about growing stronger, finding our passions, and conquering the world one adventure at a time.

Benarkah Ada Pilihan Yang Salah?

Berkali-kali saya menyebut-nyebut kata ‘pilihan’ dalam beberapa tulisan. Namun pada dasarnya sayapun masih dibingungkan oleh makna pilihan itu sendiri. Saya masih begitu sering dipersulit (mempersulit diri) dengan persoalan pilihan. Berkali-kali.

Menurut KBBI, pilihan (pi.lih.an) memiliki arti; yang dipilih atau hasil memilih; yang terpilih; jalan, upaya dan sebagainya yang dapat dilakukan. Menurut saya, pilihan adalah sesuatu yang selalu akan kita hadapi dalam menjalani sebuah kehidupan. Karena menurut saya, hidup adalah tentang memilih, dipenuhi oleh pilihan, dan menuntut kita untuk menentukan pilihan.

Seringkali kita dibuat gamang setiap kali berhadapan dengan sebuah pilihan. Entah itu memilih untuk menjalani atau meninggalkan sesuatu. Entah itu memilih untuk menyatakan atau merahasiakan sesuatu. Entah itu memilih untuk tetap tidur atau segera bangun ketika alarmmu berbunyi di pagi hari.

 

Yang Harus Dipahami Dari Sebuah Kata ‘Pilihan’

Jika tidak membingungkan, namanya bukan pilihan. Mungkin kesimpulan, mungkin pengertian, mungkin penjabaran. Ia diberi nama pilihan, karena pada dasarnya ia bertugas untuk membingungkan.

Bingung?

Begini. Tidak ada pilihan yang benar-benar salah atau benar-benar tepat. Jika satu di antaranya salah, dan lainnya benar, kita tidak diharuskan untuk memilih karena jelas-jelas terlihat mana yang lebih baik.

Hanya saja kita sering salah kaprah tentang pilihan. Berharap dengan memilih salah satunya akan membawa kita pada  akhir yang menyenangkan. Padahal, sebuah pilihan yang dipilih hanya akan membawa kita pada chapter baru, level baru, rute baru, tikungan baru, tanjakan baru, dan plot baru.

Lalu kenapa kita harus bingung? Takut kesimpulan yang kita pakai dalam menentukan akan salah? Atau takut pilihan yang kita ambil justru membawa kita pada masalah?

Sekali lagi, ingat dan pahami bahwa semua pilihan pasti membawa masalah. Semua pilihan punya konsekuensi masing-masing.

 

Lalu?

Ya apapun itu, jika bahan-bahan analisa untuk membuat kesimpulan dalam memilih sebuah pilihan terasa belum cukup, percayakan saja intuisimu. Kita tumbuh dengan kemampuan intuisi yang semakin tajam. Percayakan kata hatimu. Percaya bahwa intuisi tidak akan pernah mengkhianati.

Jika pada akhirnya pilihan yang diambil berdasarkan intuisi itu membuatmu merasa terjebak, jangan pernah sesali. Belum tentu pilihan satunya lagi akan membawa hasil yang lebih baik.

Lagi pula, kita tidak akan pernah tau pilihan mana yang akan membawa kita pada ‘sesuatu’ tanpa mencicipinya terlebih dahulu. Percayalah, semua tindakan yang kita lakukan, semua pilihan yang kita tentukan, semua hasil dan konsekuensi yang kita dapatkan, sepadan. Semua sudah terencana dengan sangat baik oleh Sang Sutradara yang Maha Menentukan.

 

So?

Berhentilah berandai-andai dalam persoalan pilihan. Jangan lagi mengeluh ‘seandainya aku tidak memilih untuk jujur, mungkin tidak akan seperti ini’ atau ‘tuh kan macet, coba tadi kita milih jalan satunya lagi’ atau malah ‘aduh salah milih bini nih’. Jangan.

 

Tidak Hanya Berat, Hidup Juga Memaksa Kita Untuk Memilih

“Hidup itu berat. Tinggal pilih mau dijalani enak-enak atau dibikin tambah berat.” Begitu kata salah satu life teacher yang sangat mempengaruhi pola pikir saya. Panggil saja beliau Suhu.

Suatu hari, sang Suhu bercerita tentang masa lalunya dan bagaimana ia menjalani naik turun garis hidupnya itu panjang lebar. Sambil sesekali terlihat berlinang air mata, sang Suhu juga menekankan banyak hal penting yang perlu saya pahami. Semacam life lesson yang tidak akan pernah saya dapatkan dari bangku kuliah atau dari internet.

Sederhananya, Hidup Itu Seperti Minum Kopi

"Hidup ini kopi pahit Ci. Mau tidak mau harus diminum. Tergantung cara kita mau minum si kopi pahit dengan cara seperti apa."

Begitu kata sang Suhu suatu hari ketika saya lagi-lagi curhat (atau lebih tepatnya mengeluh). Katanya saya ini kadang bodoh. Sudah tau kopi pahit dan saya tidak suka, masih saja diminum.

Harusnya yang tidak suka kopi pahit menambahkan creamer, susu, atau pemanis sesuai selera.

Nah dalam hidup juga seperti itu. Ketika terasa segala hal seolah begitu berat, lepaskan. Suatu hubungan terasa menyakitkan, tinggalkan. Pekerjaan membuatmu terlalu lelah, resign. Sesederhana itu hidup terdengar.

 

Lalu bisakah diaplikasikan?

“Ya tergantung. Mau minum kopi pahit atau manis?” jawab si Suhu.

Saya bingung. Bagaimana mungkin hidup bisa sesederhana itu. Hingga suatu hari saya mempraktikan yang disampaikannya berulang-ulang.

Waktu itu saya sedang begitu lelah menjalani sebuah hubungan yang tidak berlangsung baik. Menghabiskan tenaga, pikiran, dan hal-hal buruk lainnya.

“Tinggalkan!” Saya harus melakukan ini jika ingin lebih menikmati hidup. Lantas tanpa menghitung beratnya “melupakan”, saya benar-benar melepaskan “this somebody”.

Ajaib. Saya tidak perlu mengalami “susah move on” atau gejala patah hati yang aneh-aneh. Mungkin karena saya teguh ingin melangkah naik, maka waktu itu saya memiliki “ikhlas” yang membuat saya jauh lebih damai.

 

Satu ilmu terbukti berhasil. Memilih and deal with it.

Merasa sukses dengan percobaan pertama, saya ingin membuktikan teori si Suhu untuk persoalan lain.

Ketika saya sedang berhadapan dengan pilihan harus berhenti dari suatu pekerjaan dan luntang lantung lagi atau bertahan dengan gaji kecil dan tekanan luar biasa, saya kembali memilih untuk meminum kopi pahit dengan tambahan susu kental manis dan memutuskan untuk berhenti.

Sekali lagi, mungkin karena saya benar-benar ikhlas melepas posisi bagus yang berat itu untuk sesuatu yang lebih nyaman untuk dijalani, berselang dua hari saya mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih sesuai dengan passion dan kemampuan saya.

 

Merasa damai dan puas?

Belum. Namanya juga manusia. Karena terbiasa minum kopi manis, saya ingin kopi yang lebih nikmat dengan tambahan toping dan seni seduh yang berbeda. Teorinya, kopi enak mahal. Untuk mendapatkan sesuatu yang lebih mahal ada biaya tambahan.

Biaya tambahan inilah yang kita sebut dengan perjuangan. Lelah berjuang, silahkan nikmati kopi biasa saja setiap pagi. Tidak suka kopi biasa, usahakan “pemanis”nya. Ingat, eye for an eye juga berlaku dalam hal mengejar target.

Sekali lagi, hidup yang katanya berat ini adalah menentukan pilihan. Memilih berarti menjalani hidup. Sejauh mana kita mampu memilih dengan tepat dan bertanggung jawab dengan semua resiko dari pilihan itu.

Ingat, tidak ada "salah pilih" karena hidup itu adalah "kopi pahit". Semua pilihan akan membawakan kita masalah baru. Yang bisa kita lakukan hanya meminimalisir resiko masalah tersebut dengan lebih bijak dalam memilih.