);

Jikapun Tuhan tambahkan tiga jam lagi

Tetap saja sehariku butuh lebih dari itu

Kalaupun seminggu itu selusin hari

Masih saja aku kekurangan masa denganmu


– Suci BYT –

The Coffee of Your Name

I brew the left sparks of you and drink it with the moon Not for long Until I start howling Calling each alphabet of you Yearning your voice And that my love Is the way I deal with missing you

For The Time

To the love of my life, I am sorry for the time When I was too busy at growing that I forgot you're growing old either I am sorry for the time When I was too busy with my life that I forgot you are part of it I am sorry for the time When I was too busy craving for...

The Reason

I love you In the most poetic way that words could ever describe I want you In the most ineffable way that everybody could eager anything But it has to be in a hush In a hush  

Perihal Waktu; Perihal ‘On Time’

Perihal Waktu; Perihal ‘On Time’

Tepat waktu kita semua berbeda. Jika menurutmu kamu sedang bertemu seseorang yang terasa tepat namun semua tidak berjalan sesuai harapan, jangan pernah salahkan waktu sebagai ‘waktu yang tidak tepat’. Percayalah, tidak ada orang yang tepat akan bertemu denganmu di waktu yang salah. Tidak ada waktu yang tepat untuk orang yang salah. Semua hadir adalah hadir yang tepat di waktu yang tepat.

Karena Kita Tumbuh, Kita Berubah

Karena Kita Tumbuh, Kita Berubah

Jika saja semua orang sanggup memahami bahwa kita punya hidup sendiri-sendiri yang akan dipertanggung jawabkan sendiri-sendiri. Jika saja semua orang mampu menghargai perubahan dan menerimanya sebagai bagian dari diri individu itu sendiri. Jika saja semua orang mengerti bahwa cara kita memlih bahagia tidak akan pernah sama. Maka semua tentu akan terasa lebih mudah. Hanya saja cara kerja hidup tidak seperti itu.

Dialog Hujan, Kau dan Aku – Part III

Bu, aku belum pernah sebahagia ini. Semua terasa mungkin. Dengannya, Bu. Anak ini membuatku merasa istimewa. Made me believe that I wasn’t that hard to love. Dan jelas Bu, semakin aku kembali mengenal anak ini, semakin aku kembali sanggup menghargai diri sendiri. Dengan anak ini Bu, aku ingin menjadi versi terbaik dari sosok anakmu yang tentu saja akan selalu mencintaimu dengan luar biasa.

Dialog Hujan, Kau dan Aku – Part II

Seolah begitu ahli membaca ‘jalan’, aku mulai lancang menyimpulkan bahwa nanti setelah selesai kita bertukar cerita, aku tidak lagi akan pernah sama. Terlalu lancang hingga enggan melepasmu berlalu nanti karena aku tau, mulai detik ini waktu yang dihabiskan denganmu tidak akan pernah terasa cukup.

Dialog Hujan, Kau dan Aku

Hari ini ada yang berbeda dari butiran hujan yang kuperhatikan meluncur dari ujung atap genteng di sudut coffe shop mungil bernuansa rotan ini. Hari ini, hujan turun dan untuk pertama kalinya aku paham betapa rintiknya begitu apik. Betapa setiap percikannya yang usil menyentuh kulitku ini bisa mengirim pesan bahwa hujan, memang secantik itu.