);

SUCI BYT

Read MY Head

Jikapun Tuhan tambahkan tiga jam lagi
Tetap saja sehariku butuh lebih dari itu
Kalaupun seminggu itu selusin hari
Masih saja aku kekurangan masa denganmu

- Suci BYT -

The Coffee of Your Name

I brew the left sparks of you and drink it with the moon Not for long Until I start howling Calling each alphabet of you Yearning your voice And that my love Is the way I deal with missing you

For The Time

To the love of my life, I am sorry for the time When I was too busy at growing that I forgot you're growing old either I am sorry for the time When I was too busy with my life that I forgot you are part of it I am sorry for the time When I was too busy craving for...

The Reason

I love you In the most poetic way that words could ever describe I want you In the most ineffable way that everybody could eager anything But it has to be in a hush In a hush  

Merasa ‘Tidak Pernah Cukup’? Mengeluh Lah Dengan Benar

Merasa ‘Tidak Pernah Cukup’? Mengeluh Lah Dengan Benar

Pada dasarnya kita semua memiliki kemampuan yang sama; mengeluh. Setiap orang mampu mengeluh dengan fasih dan dengan cerdas sanggup merinci segala detail tentang hal-hal tidak menyenangkan yang terjadi dalam hidupnya lalu membentuknya dalam sebuah narasi yang mungkin butuh untuk didengarkan oleh orang lain. Benar?

Bertumbuh; Sebuah Proses (Yang Tidak Mudah)

Bertumbuh; Sebuah Proses (Yang Tidak Mudah)

Tumbuh menjadi orang dewasa ternyata memaksa kita untuk ikhlas dan merelakan apa yang hilang dalam prosesnya. Waktu bersama keluarga, teman-teman akrab, momen-momen berharga, banyak hal terlewatkan dalam proses tumbuh.

Dialog Hujan, Kau dan Aku – Part II

Seolah begitu ahli membaca ‘jalan’, aku mulai lancang menyimpulkan bahwa nanti setelah selesai kita bertukar cerita, aku tidak lagi akan pernah sama. Terlalu lancang hingga enggan melepasmu berlalu nanti karena aku tau, mulai detik ini waktu yang dihabiskan denganmu tidak akan pernah terasa cukup.

Dialog Hujan, Kau dan Aku

Hari ini ada yang berbeda dari butiran hujan yang kuperhatikan meluncur dari ujung atap genteng di sudut coffe shop mungil bernuansa rotan ini. Hari ini, hujan turun dan untuk pertama kalinya aku paham betapa rintiknya begitu apik. Betapa setiap percikannya yang usil menyentuh kulitku ini bisa mengirim pesan bahwa hujan, memang secantik itu.

Because I’m The Cup of Your Chai | #part3

Stop trying because it won’t work. Please just take it as a bonus chapter. Something good is waiting on your lane. Someone better will be there for you. The right one. At the right time. And it won’t be me. Goodbye Nami.