);

Poetry

Ketika Kau Cuci Tangan

Telingaku suka bunyi air yang pecah dari dua tanganmu Ah, aku bahkan suka caramu membasuh sepuluh jari itu Mataku suka kerutan halus di dahimu Ah, aku bahkan suka caramu menyimpan marah di wajah pasi itu

Kau Ikuti Aku Hingga Pantai Utara

Di sana senja datang lebih awal Gelap memeluk matahari sebelum panggilan suci menggema di alun-alun Bulat dan tidak terlalu terang Aku terpesona dengan warnanya Lalu ujung kemejaku bergeming Angin dari laut Jawa meniup sebatang badan Yang aku tak suka Mengapa sejauh...

Dua Sakit Dua Penawar

Cinta adalah perangai rahasia yang diam-diam dituliskan pada buku harian Rindu adalah infeksi berat akibat kau di kotamu dan aku di kampung ini Puisi adalah racikan ajaib yang kuramu dari keduanya Dan kau adalah objek manis yang selalu kusiram dengan ketiganya

Tentang Sudirman Padamu

Sudirman mendengar keluh kesahmu Pada tali tidak bergerak atas janji-janji yang selalu rusak Pada kaki-kaki pagar jalan yang setia memandang kusut di dahimu Pada isi kepala lika-liku dan detak jantung yang memancing rindu   Sudirman ingin berbisik pada telingamu...

Januari Yang Tandus

Pada gerimis yang meninggalkan bekas rintik pada tanah Kita pernah mengeluh tentang kaki yang terpaksa berteduh Juga tentang dingin yang membuat kaktusmu berhenti tumbuh.   Pada gerimis yang enggan membasahi Januari yang tandus Kita pernah mengeluh tentang tenggorokan...

Dengarkan Hujan Agustus

Kata mereka Agustus tidak lagi gersang Sebab Jumat keduanya telah disiram sebasah-basahnya hujan Malam itu kau dan aku sama-sama harus bersembunyi Sebab ada rahasia yang masih aku gauli Katamu bilang saja terus terang Padahal kau sendiri yang sengaja pura-pura tuli...