"JANGAN!" KATA TUHANKU

Pulas yang puas menambah merah di ronamu yang pasi

Terang saja aku gelisah

Semakin hari bibirmu semakin terlihat basah

Sementara di balik ubin ini aku sedang bekerja sebagai perancang fantasi

Mengkhayal jika saja aku boleh mengecupmu walau sekali

Namun buka penolakanmu yang aku risaukan

Tapi marah Tuhanku yang aku takutkan

Sebab tentangmu,

Cintaku lahir untuk dirahasiakan

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Archives

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Copyright ©2018 - 2024 sucibyt.com - All Rights Reserved | Designed by Chaedar
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram