
Angin di tanah Pasundan bersepakat denganmu senja ini
Mengusiliku yang tidak bisa menegaskan apa yang terasa ketika kau ada
Harusnya ketika kau tanya, aku tidak sehening itu
Berkata aku belum bisa mengaku
Padahal mungkin sudah masanya kau lihat warna kulitku
Bahwa tentangmu
Tidak berubah arah tumbuh rambutku