Kau Menghujan

Suatu sore di Jakarta

Kita berjumpa tanpa perlu terlalu berencana

Tadinya aku benci itu ibu kota

Berubah sudah sejak kau kecup aku disana

Sebab cerita yang ada setelah senja datang

Adalah tentang kita yang bertemu untuk merasa pulang

Di depan panggung kita merasa tenang

Hingga pagi kembali dan kita harus berhenti bertelanjang

Dalam jemariku kau gumamkan nyanyian hutan

Tempat kau buat jantungku sering terasa tidak karuan

Rupamu di kepalaku perlahan menjadi intan

Beranak pinak menggulungku yang penuh dengan khayalan

Hah begini manis rencana Tuhan

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Archives

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Copyright ©2018 - 2024 sucibyt.com - All Rights Reserved | Designed by Chaedar
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram