);

Berkali-kali saya menyebut-nyebut kata ‘pilihan’ dalam beberapa tulisan. Namun pada dasarnya sayapun masih dibingungkan oleh makna pilihan itu sendiri. Saya masih begitu sering dipersulit (mempersulit diri) dengan persoalan pilihan. Berkali-kali.

Menurut KBBI, pilihan (pi.lih.an) memiliki arti; yang dipilih atau hasil memilih; yang terpilih; jalan, upaya dan sebagainya yang dapat dilakukan. Menurut saya, pilihan adalah sesuatu yang selalu akan kita hadapi dalam menjalani sebuah kehidupan. Karena menurut saya, hidup adalah tentang memilih, dipenuhi oleh pilihan, dan menuntut kita untuk menentukan pilihan.

Seringkali kita dibuat gamang setiap kali berhadapan dengan sebuah pilihan. Entah itu memilih untuk menjalani atau meninggalkan sesuatu. Entah itu memilih untuk menyatakan atau merahasiakan sesuatu. Entah itu memilih untuk tetap tidur atau segera bangun ketika alarmmu berbunyi di pagi hari.

 

Yang Harus Dipahami Dari Sebuah Kata ‘Pilihan’

Jika tidak membingungkan, namanya bukan pilihan. Mungkin kesimpulan, mungkin pengertian, mungkin penjabaran. Ia diberi nama pilihan, karena pada dasarnya ia bertugas untuk membingungkan.

Bingung?

Begini. Tidak ada pilihan yang benar-benar salah atau benar-benar tepat. Jika satu di antaranya salah, dan lainnya benar, kita tidak diharuskan untuk memilih karena jelas-jelas terlihat mana yang lebih baik.

Hanya saja kita sering salah kaprah tentang pilihan. Berharap dengan memilih salah satunya akan membawa kita pada  akhir yang menyenangkan. Padahal, sebuah pilihan yang dipilih hanya akan membawa kita pada chapter baru, level baru, rute baru, tikungan baru, tanjakan baru, dan plot baru.

Lalu kenapa kita harus bingung? Takut kesimpulan yang kita pakai dalam menentukan akan salah? Atau takut pilihan yang kita ambil justru membawa kita pada masalah?

Sekali lagi, ingat dan pahami bahwa semua pilihan pasti membawa masalah. Semua pilihan punya konsekuensi masing-masing.

 

Lalu?

Ya apapun itu, jika bahan-bahan analisa untuk membuat kesimpulan dalam memilih sebuah pilihan terasa belum cukup, percayakan saja intuisimu. Kita tumbuh dengan kemampuan intuisi yang semakin tajam. Percayakan kata hatimu. Percaya bahwa intuisi tidak akan pernah mengkhianati.

Jika pada akhirnya pilihan yang diambil berdasarkan intuisi itu membuatmu merasa terjebak, jangan pernah sesali. Belum tentu pilihan satunya lagi akan membawa hasil yang lebih baik.

Lagi pula, kita tidak akan pernah tau pilihan mana yang akan membawa kita pada ‘sesuatu’ tanpa mencicipinya terlebih dahulu. Percayalah, semua tindakan yang kita lakukan, semua pilihan yang kita tentukan, semua hasil dan konsekuensi yang kita dapatkan, sepadan. Semua sudah terencana dengan sangat baik oleh Sang Sutradara yang Maha Menentukan.

 

So?

Berhentilah berandai-andai dalam persoalan pilihan. Jangan lagi mengeluh ‘seandainya aku tidak memilih untuk jujur, mungkin tidak akan seperti ini’ atau ‘tuh kan macet, coba tadi kita milih jalan satunya lagi’ atau malah ‘aduh salah milih bini nih’. Jangan.