);

Pulas yang puas menambah merah di ronamu yang pasi

Terang saja aku gelisah

Semakin hari bibirmu semakin terlihat basah

Sementara di balik ubin ini aku sedang bekerja sebagai perancang fantasi

Mengkhayal jika saja aku boleh mengecupmu walau sekali

Namun buka penolakanmu yang aku risaukan

Tapi marah Tuhanku yang aku takutkan

Sebab tentangmu,

Cintaku lahir untuk dirahasiakan