
Tetap saja sehariku butuh lebih dari itu
Kalaupun seminggu itu selusin hari
Masih saja aku kekurangan masa denganmu
Dimana kala itu, yang tak serasipun kau paksakan
Dimana yang hitampun aku putihkan
Lalu benar ilmu besi berani
Yang bertolak tak mau berdekatan lagi
Meski sama dalam daya tak kasat mata
Berdustapun kau aku tetap percaya
Busukpun aromamu kau tetap kuhela
Sebab terlanjur jantungku terbiasa
Habiskan dua puluh empat jam yang selalu kurang
Dengan hitam putih legam jingga suaramu
Akupun mau mengemis detik tambahan
Asal nafasmu tetap meniup ujung rambutku
Biarlah jika karna ini
Terlihat aku yang terlalu candu