);

“If to be accepted in a certain community we have to push something that crosses our value, why do we have to try so hard to fit in? If to be seen we have to say something cruel and make one or two people feel less-appreciated, why do we have to talk at all? If we experienced a hard time because people treat us in the worst way possible, why do we even try to do the same? If we listen to something just to find a few mistakes or things that aren’t aligned with our view, why do we even waste our time and listen to podcasts?”

 

 

Ketika sedang menghabiskan banyak waktu untuk bersantai, mengutak-atik jurnal dengan fountain pen kesayangan atau sedang sibuk corat-coret canvas di Procreate, sejujurnya kepalaku sering memikirkan banyak hal secara acak. Mulai dari persoalan ini-itu yang sedang aku hadapi, carut-marut kondisi tanah air, kompleks dan rumitnya situasi dimana-mana, hingga hal-hal sesederhana seperti bagaimana cara bersih-bersih rumah tanpa harus berhadapan dengan sesi menyapu.

Di balik pikiran-pikiran acak tentang banyak hal ini, kadang aku memikirkan sesuatu terlalu jauh sampai akhirnya geram sendiri dengan banyak hal yang seharusnya tidak terjadi jika saja semua orang sudi untuk berpikir dengan cara yang lebih sederhana berlandaskan dasar wajib menjadi manusia; akal dan nurani.

Tanpa bermaksud menjadi makhluk yang merasa benar sendiri atau sehat sendiri, melalui percakapan-percakapanku dengan orang-orang yang ‘berpikir’ mengenai banyak isu dan pembahasan, aku menyimpulkan bahwa there is always a fine line between something to something else. Selalu ada batasan halus antara menjadi cerdas dengan menjadi sok tau, selalu ada perbedaan tipis antara merasa sayang dengan memiliki obsesi tidak sehat, selalu ada kemiripan identik antara menjadi pendengar yang baik dengan menjadi orang yang hanya ingin tahu, selalu ada sedikit celah antara menjadi peduli dengan sekedar merecoki sesuatu. Selalu ada perbedaan kecil antara menjadi kritis dengan menjadi tukang hujat yang kasar dan menyakiti. Sayangnya, kita kerap melewatkan perbedaan dengan batasan-batasan kecil ini.

Banyak orang yang merasa pintar dan up to date hanya dengan sibuk mengikuti trend dan melakukan ini itu yang dilakukan kebanyakan orang sementara tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai hal tersebut. Banyak orang merasa kritis dan peduli hanya dengan sibuk mencaci-maki dan memprotes sesuatu yang tidak sesuai dengan cara pandang dan berpikirnya padahal tanpa disadari, bentuk respon yang dilakukan kerap membuat sakit banyak pihak lain. Banyak orang yang bertindak dan memutuskan sesuatu dengan kepentingan tertentu dan merasa telah melakukan sesuatu dengan begitu bijak padahal tanpa disadari ada banyak pihak yang dirugikan dan menjadi terbebani.

Sekali lagi, kita hanya perlu untuk berpikir dengan cara paling sederhana dan menggunakan apa yang sudah kita punya sejak pertama memiliki peran sebagai manusia yang bernafas; logika dan nurani.

Jika untuk menjadi diterima kelompok tertentu kita memaksakan sesuatu yang tidak sesuai dengan prinsip dan kata hati, mengapa harus trying too hard to fit in? Jika untuk menjadi terlihat kita harus mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak diungkapkan karena hanya akan membuat satu atau dua orang merasa less-appreciated, mengapa harus bicara? Jika hidup kita terasa sulit karena diperlakukan buruk oleh seseorang, mengapa harus melakukan hal yang sama pada orang lain? Jika ketika mendengar sesuatu kita hanya akan menghujat seseorang karena pendapat dan pandangannya berseberangan dengan yang kita percaya, kenapa harus sok-sokan susah payah mendengar podcast atau membaca sesuatu?

Ingat, there is always a fine line between something to something else.

Sederhananya, mari bertanya pada diri sendiri dan selipkan pembahasan-pembahasan menjadi manusia yang lebih baik ini dengan orang-orang terdekat kita. Tanyakan, apakah kita ingin terus-terusan hidup dibayang-bayangi oleh gelisah karena ada banyak hal yang tidak terselesaikan? Apakah kita akan merasa baik-baik saja ketika apa yang kita katakan dan lakukan ternyata membuat seseorang jauh di luar sana merasa tidak berarti dan begitu terluka? Apakah kita akan sanggup memperlihatkan kehadiran kita jika dengan kehadiran itu, seseorang merasa terganggu dan terancam?

 

Bukankah hidup dan saling berinteraksi akan terasa jauh lebih menyenangkan jika kita hanya perlu mengurusi urusan sendiri dan merelakan apa yang memang tidak seharusnya ada untuk kita? Bukankah tidur akan terasa lebih menguatkan ketika apa yang kita lakukan dan katakan lebih membantu dan membuat orang tenang? Bukankah umur yang terus bertambah dan badan yang semakin tua itu akan terasa lebih berguna ketika waktu yang kita habiskan dipakai untuk menjadi manusia yang lebih baik dan bukan untuk mengurusi hal-hal yang tidak seharusnya kita recoki?

______________________________________

When I spend my day off to leisure at home, scratch my journal with my beloved fountain pen or drawing messy lines in Procreate, I often have my head processing a lot of random thoughts. Most of the time I think of my life and all the things I got to face, sometimes I hardly think about my home country, the other time I think about how complex, complicated, and messy the situation in every corner of the world are, and the other day I might think of the simplest silly questions like how to get the house clean without me having to mop the floor.

Behind all these random-energy-draining-thoughts, I used to think of it further that I started to feel sick and have a rage about everything I can not fix. I once had a headache when I thought of things that shouldn’t be happening if only all of these human beings were willing to think and act like how we humans should think and act with these two main elements of us; sense of logic and our conscience.

Without pretending to be a self-righteous being, through my priceless conversations with the people who ‘think’, I conclude that there is always a fine line between something to something else. There are always subtle boundaries between smart and to be the “Know It All”. There is a slight difference between loving and caring to being sickly obsessed with someone. There is identical similarity between being a good listener to being someone who is just curious. There is a small difference between being critical and being a humiliator and hurting people. And unfortunately, we often consciously cross these boundaries.

Lots of people think of themselves as smart and the up to date one just by diving and following the trends meanwhile they don’t really know what they are doing. Too many people feel that they are being critical and care about something when all they did was just humiliating or protest against something that is not aligned with what they believe. And often how they respond to it is intentionally hurting people. Some people in the higher position decide something without considering what their people really need and end up harming the crowd.

Again, to be a good human is to think in the simplest way possible using the tools we got from the beginning of our journey as human beings; sense of logic and our conscience.

If to be accepted in a certain community we have to push something that crosses our value, why do we have to try so hard to fit in? If to be seen we have to say something cruel and make one or two people feel less-appreciated, why do we have to talk at all? If we experienced a hard time because people treat us in the worst way possible, why do we even try to do the same? If we listen to something just to find a few mistakes or things that aren’t aligned with our view, why do we even waste our time and listen to podcasts?

Remember, there is always a fine line between something to something else.

Simply put, let’s ask ourselves and inject those conversations about how to be a better human being. Start questioning these questions; do we want to live in the shadow of a restless day and night because there are so many unsolved problems? Will we all going to feel just fine when all the things that we said or did is really hurting someone out there? Can we show up when our existence itself is making someone feel threatened?

Isn’t life and our interaction with each other would be far nicer if each one of us just minded our own business? Wouldn’t it be wonderful if we can easily let go of something or someone that doesn’t mean to be ours? Wouldn’t our sleep be the powerful recharge system when we know that what we did and said is helping people? Isn’t our life and these ages body felt useful because we used them all to be a better human without intervening people’s problems?