);

Tentang Submergence

Diangkat dari sebuah novel yang ditulis oleh J.M. Ledgard, Submergence bercerita tentang kisah cinta antara seorang ahli matematika yang mengkaji kehidupan di kedalaman tergelap samudera dengan seorang mata-mata yang akan menjalani misi berbahaya di Somalia.

Keduanya jatuh cinta dalam waktu singkat, bertukar kasih sayang, hasrat dan dialog tentang kehidupan dalam waktu yang singkat juga. Bertemu di sebuah hotel, Dani sang profesor (Alicia Vikander) dan James (McAvoy) seolah jatuh cinta pada pandangan pertama.

Mengawali kisah mereka dengan makan siang yang berisi percakapan tentang laut, James dan Dani saling tenggelam dalam kepribadian masing-masing dan menjadi begitu dekat dalam waktu beberapa hari. Bertukar hasrat dan pendapat hingga akhirnya James harus pergi untuk melaksanakan tugasnya, begitupun Dani.

Dari awal hingga akhir film berdurasi 172 menit ini, cerita disampaikan dengan pelan. Tidak ada klimaks yang membuat tegang namun cukup menghanyutkan. Menunggu apa yang akan terjadi di menit berikutnya dengan santai sambil menikmati kisah cinta si profesor dengan James More.

Dialog dalam film ini berhasil membuat saya berpikir dan bertanya beberapa hal tentang kehidupan. Tidak berat namun cukup “berisi” untuk sebuah film drama yang mengikut sertakan pembahasan mengenai terorisme, Islam, dan kemanusiaan. Submergence seolah merampungkan berbagai genre menjadi satu film. Drama kisah cinta untuk hubungan dua orang dengan pekerjaan berbahaya. Spy thriller untuk sensasi suram ketika James ditawan jihadis. Underwater adventure untuk pekerjaan Dani di bawah laut, terosisme, bahkan perubahan suhu.

Untuk sebuah kisah cinta, Submergence berhasil membuatnya “terasa” melihat bagaimana Dani yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya hanyut oleh daya tarik James. Bahkan nyaris di sepanjang film berlangsung, Dani yang memiliki peran penting dalam penyelaman berbahaya tersebut justru lebih fokus menunggu panggilan atau text dari Jamesnya yang hilang.

Benarkah Love Has No Limits?

Jika dilihat dari kisah cinta Dani dan James dalam film ini, tentu tag line mereka itu tidak terasa. Sama sekali tidak ada adegan atau dialog yang menggambarkan “love has no limits” itu. Dani yang rindu dengan kekasihnya hanya kehilangan fokus pada pekerjaan karena menunggu kontak dari James. Sementara James yang ditawan hanya bisa berbicara sendiri tentang Dani namun tidak ada “power” yang terasa untuk menggambarkan tagline film ini.

Lalu ending seperti apa yang sanggup menggambarkan “love has no limits itu”?  Entahlah. Mungkin jika di dasar laut sana Dani mendengar suara James lalu tiba-tiba kapal selamnya muncul di perairan Somalia atau jika James yan sedang ditawan itu berani melakukan perlawanan lalu kabur dengan kapal milik jihadis untuk menunggu Dani kembali kepermukaan di titik selamnya. Kisah cinta Dani dan James cukup manis namun tidak cukup kuat untuk dirasakan oleh penonton yang mengharapkan lebih dengan tagline “Love Has No Limits” mereka.

Recomended Atau Tidak?

Untuk dinikmati malam hari sambil menunggu kantuk, film ini recomended untuk dinikmati sendiri atau bersama pasangan, teman-teman. Saya sendiri tidak pernah melewatkan film-film yang melibatkan McAvoy karena yakin dengan kualitas actingnya.

Meskipun story Submergence dan karakter tokoh utama yang kurang kuat, McAvoy tidak pernah gagal memainkan perannya sebagai karakter spesifik dengan ciri khas tersendiri. Begitu juga dengan Alicia Vikander yang berhasil membangun chemistry dengan McAvoy untuk kisah cinta singkat mereka.

Adegan ranjang yang sedikit namun intens dan emosional akan membuat penonton menikmati sensasi jatuh cinta yang disampaikan kedua tokoh utama ini. Belum lagi air mata berlinang-linang McAvoy dalam beberapa scene yang memperlihatkan karakter mata-mata yang sedang diperankannya adalah sosok emosional dengan perasaan sensitif.

Secara kisah mungkin akan dianggap kosong oleh sebagian besar penonton. Alur yang datar seolah “memubazirkan aktor sekelas McAvoy” dalam film ini. Terlebih dengan ending yang agak membingungkan (meskipun hanya ada dua kemungkinan); mereka bertemu lagi atau Mr. More tewas di tempat ia ditawan.

Namun secara eksekusi, sinematografi, dan casting, dua jempol untuk Submergence ini. Saya menikmati menyimak cerita dari awal hingga selesai walaupun sedikit kecewa karena tidak sesuai ekspektasi saya sewaktu melihat trailer.