);

Berkali-kali saya mendengar cerita orang-orang terdekat tentang beratnya mereka merelakan jenis hadir yang tiba-tiba hilang dari hidupnya. Berkali-kali juga, saya sendiri susah payah menghadapi hal yang sama; kehilangan. Semakin saya belajar paham, semakin saya mendekati sebuah kesimpulan. Untuk sementara, ini jenis penjelasan yang sedang saya percaya.

 

Pertemuan dan Efek Sampingnya

Ada yang datang dalam hidupmu untuk mengajarkan bahwa beberapa orang ditakdirkan mampir dalam jalan hidupmu untuk saling memberi jalan, kesan, pesan, dan berbagai jenis perasaan. Ada yang ditakdirkan untuk hadir dalam kisah hidupmu hanya sebagai bahan cerita dalam sebuah kenangan. Ada yang sengaja dipertemukan denganmu untuk memberitau agar kau lebih berhati-hati lain kali. Ada yang dilahirkan dengan jalan hidup yang sudah digariskan untuk sejalan dengan perjalananmu.

Semua pertemuan memiliki alasan. Tidak pernah ada yang namanya sebuah kebetulan. Semua sudah ditulis dengan jelas jauh sebelum kita dilahirkan. Pertemuan, adalah rahasia-Nya yang paling rupawan. Kita tidak pernah tau dengan siapa kita akan bertemu kedepannya.

Bercerita tentang pertemuan, tidak pernah habis bagaimana setiap jenis hadir, mengukir tempatnya masing-masing. Tidak cukup sekali malam turun jika akan dipakai untuk menjelaskan bagaimana setiap pertemuan, forged us into the today us. Seminim apapun peran mereka dalam hidup yang sedang kita jalani.

Bercerita tentang pertemuan, akan sulit jika tidak mengikut sertakan cerita tentang merelakan. Jelas, sebab akan ada jenis pertemuan yang membekas dalam, sementara jatah waktu yang disediakan habis disaat kita belum memiliki persiapan yang cukup. Pada akhirnya, kita harus belajar untuk merelakan.

Ada banyak level dalam sebuah proses merelakan. To me, level tertinggi dari sebuah merelakan adalah ketika kau tidak pernah lupa namun disaat bersamaan kau juga sangat sadar bahwa beberapa hal tidak lagi akan pernah sama dan kau tetap bisa menjalani hari-harimu dengan sangat baik.

Dengan melewati tahap merelakan, kita berevolusi menjadi versi yang lebih baik dari kita yang kemarin. Kita kemudian belajar bahwa tidak semua hal selalu berjalan sesuai dengan harapan. Kita paham, bahwa akan ada seseorang yang datang ke dalam hidup kita hanya untuk menjadi bahan cerita dalam chapter kesukaan dan bukan menjadi bagian dari ending yang diharapkan.

 

Merelakan Tidak Akan Pernah Terasa Mudah

Benar. Sangat benar. Namun bukankah hal-hal seperti ini yang membuat hidup kita terasa menyenangkan dengan naik turun dan warna-warninya? Bukankah hal-hal seperti ini yang membuat kita mampu merasakan bahagia dan hangat di kesempatan lainnya? Bukankah hal-hal seperti ini yang membuat kita lebih menghargai segala jenis aspek dalam hidup ini sekecil apapun itu?

Terakhir, beberapa efek samping merelakan mungkin akan menjadi luka tidak tersembuhkan dalam dirimu, dalam diri kita. But, semua luka ada gunanya. Termasuk luka karena kehilangan. Dan mungkin pelan-pelan setelahnya kita akan paham bahwa just because something doesn’t work as it used to be, doesn’t mean it has no meaning anymore. Everything happens for a reason.