);

Sudirman mendengar keluh kesahmu

Pada tali tidak bergerak atas janji-janji yang selalu rusak

Pada kaki-kaki pagar jalan yang setia memandang kusut di dahimu

Pada isi kepala lika-liku dan detak jantung yang memancing rindu

 

Sudirman ingin berbisik pada telingamu

Meneriakan gelisah baru

Pada rahasia yang disembunyikan tanpa malu

Pada cinta yang tidak dibicarakan oleh kaku lidahmu

 

Sudirman selalu menghirup sisa wangimu

Sudirman menitipkannya padaku

Atas ruang ingatan yang lama akan terlupakan

Atas ribuan detik yang sering terlewatkan

Dan kelu menjengkelkan yang tetap menjadi kawan