Ujung Daun Palem Yang Cemburu

Apa daya ujung daun palem yang disiram kuning matahari sore tadi

Ia cemburu

Pada gelakmu yang ringan dan tertiup nafas petang

Pada ujung bajumu yang lentik dan aroma yang lekat padanya

 

Apa daya rumput kering yang bersembunyi di bawah bangku panjang kemarin

Ia cemburu

Pada suaramu yang terdengar lantang hingga dalam

Pada bingung yang tidak tersimpulkan oleh kesendirian

 

Apa daya aku yang masih begitu malu untuk mengaku

Pada kakumu yang tidak lagi terlihat baru

Pada pintumu yang semakin lapang membiarkanku masuk tanpa harus mengetuk

 

Apa daya rahasia yang kusembunyikan sejak pertama kali mata kita beradu suatu pagi

Pada gejala baru yang didatangkannya sembari menyembuhkan sakit lama seorang Suci

Pada lengkung bibir rupawan yang semakin menjadi candu setiap hari

 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Archives

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Copyright ©2018 - 2024 sucibyt.com - All Rights Reserved | Designed by Chaedar
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram