
Apa daya ujung daun palem yang disiram kuning matahari sore tadi
Ia cemburu
Pada gelakmu yang ringan dan tertiup nafas petang
Pada ujung bajumu yang lentik dan aroma yang lekat padanya
Apa daya rumput kering yang bersembunyi di bawah bangku panjang kemarin
Ia cemburu
Pada suaramu yang terdengar lantang hingga dalam
Pada bingung yang tidak tersimpulkan oleh kesendirian
Apa daya aku yang masih begitu malu untuk mengaku
Pada kakumu yang tidak lagi terlihat baru
Pada pintumu yang semakin lapang membiarkanku masuk tanpa harus mengetuk
Apa daya rahasia yang kusembunyikan sejak pertama kali mata kita beradu suatu pagi
Pada gejala baru yang didatangkannya sembari menyembuhkan sakit lama seorang Suci
Pada lengkung bibir rupawan yang semakin menjadi candu setiap hari