);

Dear Kak Suci,

Aku sering berhadapan dengan seorang pembohong. Sering dibohongin temen ataupun gebetan. Yang aku mau tanya, kenapa yah orang seneng banget bohongin aku? Kenapa kalau dibohongin itu menyakitkan? Bahas tentang bohong dong please. 

Thanks Kak.

Salam dari Surabaya.

_______________________________________________________________

Di atas adalah sebuah email minggu lalu yang baru sempat saya baca. Sering dibohongi katanya, padahal mungkin dari beberapa bohong itu ada yang sudah terdeteksi sebagai sebuah kebohongan.

 

‘Bohong’

Berbohong adalah salah satu cara yang paling sering digunakan seseorang dalam mengontrol situasinya. Entah berbohong untuk memperbaiki keadaan, atau berbohong untuk mengendalikan keadaan.

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya tentang kejujuran dan menceritakan the truth, tidak semua kebenaran perlu untuk disampaikan, namun bukan berarti kita berhak menggantinya dengan cerita yang jauh berbeda dari seharusnya.

Saya tidak bermaksud untuk membenarkan perilaku berbohong. Hanya saja jika sebuah kebenaran benar-benar akan menyakitkan seseorang, akan sangat merusak keadaan, dan akan sangat mengganggu sesuatu yang sedang berjalan lancar, selama itu tidak merugikan, silahkan sembunyikan.

 

Ini artinya saya membenarkan kebohongan?

Tidak. Sama sekali tidak. Terlepas dari apapun itu, saya adalah orang yang benci dengan kebohongan. Hanya saja saya selalu tau jika seseorang sedang menyembunyikan sesuatu.

 

Lantas?

Begini. Mengetahui kebenaran adalah hak semua orang. Namun tidak semua kebenaran perlu untuk kita ketahui. Pernah dengar kalimat ‘The more you know the more you hate’?

Kenyataannya, ada hal yang perlu kita ketahui dan ada hal yang sama sekali tidak perlu kita lihat, dengar, dan tau. Kenapa? Karena mengetahui sesuatu lebih dari yang seharusnya sudah pasti akan mengganggu emosi, ego, perasaan, pikiran, dan hal-hal lainnya ketika kamu berinteraksi dan menjalani hari-hari. Menurut saya, berbohong memiliki peran di sini.

 

Hanya saja…

Jikapun harus berbohong, berbohonglah dengan sempurna. Ketika kita terpaksa berbohong tentang sesuatu dari pihak tertentu demi menghindari hal-hal buruk (untuk menjaga kesehatan seseorang misalnya).

Lalu entah bagaimana, semakin hari berbohong semakin terasa lebih ringan dan terlalu mudah untuk dilakukan. Pada akhirnya, kebohongan kita akan terdengar sempurna. And that’s the point!

Jika membuka kejujuran benar-benar terasa berat, cobalah untuk berbohong dengan sangat baik sehingga sama sekali tidak terdengar sebagai sebuah kebohongan. Sebab jika kebohongan saja tidak dilakukan dengan baik, lalu apa gunanya sebuah kebenaran disembunyikan?

Sekali lagi, saya sama sekali tidak membenarkan perilaku berbohong. Namun jika benar-benar harus berbohong, berbohong lah dengan sempurna. Sebab dari sebuah kebohongan, yang menyakitkan bukan perilaku memalsukan kenyataan itu, melainkan kebenaran yang disembunyikan itu sendiri. Maka jika sesuatu benar-benar akan menyakiti, better save it in a proper way!

 

 

PS. Untuk kamu yang dari Surabaya. Maaf jika tulisan ini justru bikin gebetan kamu semakin mahir berbohong. Setidaknya kamu tidak menyadari lagi kalau dia sedang berbohong.