Poetry

Tanyakan Pada Kuning Gerbera Keringmu

Berkali-kali aku begitu kelu Menjawab tanya tanpa bersuara di depanmu Berkali-kali aku sengaja melewatkan Berdalih seolah masih ada alasan Berkali-kali aku coba berbisik di telingamu Tetap ada ucap yang luput dari pelafalanku Berkali-kali kuhantar baik-baik kesimpulan ini Seolah puingan ini mudah dipahami Berkali-kali kulukis secara implisit Mungkin kau tau dan tidak mau aku terjepit Berkali-kali […]

Read More
Nanti Kapan-Kapan

Nanti kapan-kapan Akan kuceritakan Perihal aromamu Yang bertengger di ujung hidungku   Nanti kapan-kapan Akan kutanyakan Tentang lima belas menitmu Yang akan kutukar dengan candu baru   Nanti kapan-kapan Kita akan berjalan Sambil bergandengan tangan Dan curi-curi saling berpandangan   Nanti kapan-kapan Belum sekarang, Bulan…

Read More
Masih Saja Seperti Kemarin

Masih gerimis senja ini Seperti senja kemarin Seperti senja kemarinnya lagi Masih duduk aku di depan dinding ini Seperti senja kemarin Seperti senja kemarinnya lagi   Masih sama satu dan dua Seperti perhitungan kemarin Seperti perhitungan kemarinnya lagi Masih sama kelu dan buta Seperti perhitungan kemarin Seperti perhitungan kemarinnya lagi   Masih gerimis satu dan […]

Read More
Lidah Pipih Yang Tidak Fasih

Ucap yang sering kelu

Seolah dengan rinci memberi tahu

Bahwa lidah yang pipih

Tidak selalu mampu berkata dengan fasih

Read More
Satu Dua Tiga Empat

Telingaku cukup Akrab dengan banyak lagu Tidak hanya satu Tidak hanya tujuh Satu dua lagu Membawaku pulang ke tanah ibu Tiga empat lainnya Mengajakku mundur ke tahun lalu Satu dua lagu Mencuri gelisah debar jantungku Tiga empat lainnya Mengantarmu ke dalam fantasiku

Read More
Aku; Suka Kamu

Aku suka punggungmu Suka lekuk dan suka lengkungnya yang malu-malu Aku suka kerut di dahimu Suka kusut dan suka mata dibawahnya yang sayu Aku suka jemarimu Suka sela di antaranya dan suka garis di telapaknya yang berliku Aku suka kau dan namamu Suka rumit yang bersembunyi di balik senyum pasimu Aku suka kau pura-pura tak […]

Read More
1 … 5 6 7 8 9 … 12

Menulis, Jatuh Cinta dan Patah Hati - Dari 3 Hal Ini "Lahirlah" Syair, Sajak dan Puisi Cinta Romantis di SUCIBYT.COM

Menulis, jatuh cinta dan patah hati adalah hal yang begitu dekat dengan Saya. Berenang di antara ketiganya melahirkan diksi-diksi ini. Dan ketika sajak, syair ataupun puisi cinta romantis ini ditulis, bisa jadi Saya sedang jatuh cinta, atau baru saja mendengar cerita orang yang sedang patah hati.
Dan ketika perasaan-perasaan berbau gelisah dan gamang itu sedang jauh, jemari Saya selalu tergelitik untuk menuliskan perasaan-perasaan yang mungkin sedang dirasakan orang lain dengan cara 'berjalan diatas sepatu' mereka. So enjoy my work!

Copyright ©2018 - 2024 sucibyt.com - All Rights Reserved | Designed by Chaedar
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram