Poetry

Padahal Baru Kemarin

Padahal senja itu kau di sebelahku Sibuk dengan lipatan kecil di ujung kemejamu Kau bilang kau suka warna laut Lalu bertanya jika aku pernah merasa takut Padahal senja itu baru kemarin Kita duduk berdampingan di atas besi tua Sambil menyimak lagu kesukaanmu Lalu kau bertanya kapan lagi kita seperti ini Padahal aku ingin menjawab seketika […]

Read More
Kau Ikuti Aku Hingga Pantai Utara

Di sana senja datang lebih awal Gelap memeluk matahari sebelum panggilan suci menggema di alun-alun Bulat dan tidak terlalu terang Aku terpesona dengan warnanya Lalu ujung kemejaku bergeming Angin dari laut Jawa meniup sebatang badan Yang aku tak suka Mengapa sejauh ini masih saja aroma parfummu dibawa-bawanya? Padahal ketika pertama melihat pantai utara Aku tidak […]

Read More
Dua Sakit Dua Penawar

Cinta adalah perangai rahasia yang diam-diam dituliskan pada buku harian Rindu adalah infeksi berat akibat kau di kotamu dan aku di kampung ini Puisi adalah racikan ajaib yang kuramu dari keduanya Dan kau adalah objek manis yang selalu kusiram dengan ketiganya

Read More
Tentang Sudirman Padamu

Sudirman mendengar keluh kesahmu Pada tali tidak bergerak atas janji-janji yang selalu rusak Pada kaki-kaki pagar jalan yang setia memandang kusut di dahimu Pada isi kepala lika-liku dan detak jantung yang memancing rindu   Sudirman ingin berbisik pada telingamu Meneriakan gelisah baru Pada rahasia yang disembunyikan tanpa malu Pada cinta yang tidak dibicarakan oleh kaku […]

Read More
Januari Yang Tandus

Pada gerimis yang meninggalkan bekas rintik pada tanah Kita pernah mengeluh tentang kaki yang terpaksa berteduh Juga tentang dingin yang membuat kaktusmu berhenti tumbuh.   Pada gerimis yang enggan membasahi Januari yang tandus Kita pernah mengeluh tentang tenggorokan kering yang selalu haus Juga tentang kulit yang tidak lagi terasa halus.   Pada gerimis yang merahasiakan […]

Read More
Dengarkan Hujan Agustus

Kata mereka Agustus tidak lagi gersang Sebab Jumat keduanya telah disiram sebasah-basahnya hujan Malam itu kau dan aku sama-sama harus bersembunyi Sebab ada rahasia yang masih aku gauli Katamu bilang saja terus terang Padahal kau sendiri yang sengaja pura-pura tuli  

Read More
1 … 6 7 8 9 10 … 12

Menulis, Jatuh Cinta dan Patah Hati - Dari 3 Hal Ini "Lahirlah" Syair, Sajak dan Puisi Cinta Romantis di SUCIBYT.COM

Menulis, jatuh cinta dan patah hati adalah hal yang begitu dekat dengan Saya. Berenang di antara ketiganya melahirkan diksi-diksi ini. Dan ketika sajak, syair ataupun puisi cinta romantis ini ditulis, bisa jadi Saya sedang jatuh cinta, atau baru saja mendengar cerita orang yang sedang patah hati.
Dan ketika perasaan-perasaan berbau gelisah dan gamang itu sedang jauh, jemari Saya selalu tergelitik untuk menuliskan perasaan-perasaan yang mungkin sedang dirasakan orang lain dengan cara 'berjalan diatas sepatu' mereka. So enjoy my work!

Copyright ©2018 - 2024 sucibyt.com - All Rights Reserved | Designed by Chaedar
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram