Poetry

Ujung Daun Palem Yang Cemburu

Apa daya ujung daun palem yang disiram kuning matahari sore tadi Ia cemburu Pada gelakmu yang ringan dan tertiup nafas petang Pada ujung bajumu yang lentik dan aroma yang lekat padanya   Apa daya rumput kering yang bersembunyi di bawah bangku panjang kemarin Ia cemburu Pada suaramu yang terdengar lantang hingga dalam Pada bingung yang […]

Read More
Kataku

Sudah kuceritakan waktu itu Ketika purnama berwarna biru Kubilang bahwa perkara jatuh cinta, aku ini angkuh luar biasa Kau miringkan kepalamu ke arah bahu kiriku Katamu; Seperti apa pula angkuhku itu Kataku; Cintaku selalu nomor satu  

Read More
Pinjami Aku Selusin Menit Pada Pagimu

Aku ini benci laju waktu Kau tidak Aku ini benci pagi Kau tidak Aku ini makhluk malam Kau tidak Lalu jika kupinjam sedikit selusin menit pada pagimu Sehatkah kita yang perlahan hanyut di dalamnya?  

Read More
Nahda, Ratu Baru

Purnama masih setengah malam itu Sedikit mendung namun hujan masih malu untuk turun Aku di bawah keduanya kala itu Seolah berlari di antara asap dan rumah tinggi atap Aku tidak ingin terlambat waktu itu Ingin bertemu ratu baru yang lama aku tunggu   Siang yang malu-malu meminjamkan mataharinya Malam yang tega meniupkan dinginnya Hingga sekali […]

Read More
Jembatan Muaro Panjalinan

Cerita tentang jembatan yang sama

Yang dibisikkan daun kering pada dahan yang membiarkannya berguguran

Dialog klasik antara gerimis dan awan yang menjatuhkannya

Kalimat rayuan yang diucapkan pengembara pada oase yang ditemuinya

Nyanyian yang disenandungkan angin pada pasir yang ditiupnya

Read More
Ulat Bulu

Kaki-kaki kecil menggelitik ujung ranting Mencari makan dari daun-daun yang hampir kering Ketika datang angin, kau berpindah pada dahan mahoni Pikirmu dahan mereka lebih baik dari rantingku Silahkan! Hanya jangan kembali lalu bermetamorfosis di balik kelopak ranumku Bukankah kakimu telah sepakat, bahwa di atas ranting dan akarku Tak boleh kau hinggap berlama-lama.  

Read More

Menulis, Jatuh Cinta dan Patah Hati - Dari 3 Hal Ini "Lahirlah" Syair, Sajak dan Puisi Cinta Romantis di SUCIBYT.COM

Menulis, jatuh cinta dan patah hati adalah hal yang begitu dekat dengan Saya. Berenang di antara ketiganya melahirkan diksi-diksi ini. Dan ketika sajak, syair ataupun puisi cinta romantis ini ditulis, bisa jadi Saya sedang jatuh cinta, atau baru saja mendengar cerita orang yang sedang patah hati.
Dan ketika perasaan-perasaan berbau gelisah dan gamang itu sedang jauh, jemari Saya selalu tergelitik untuk menuliskan perasaan-perasaan yang mungkin sedang dirasakan orang lain dengan cara 'berjalan diatas sepatu' mereka. So enjoy my work!

Copyright ©2018 - 2024 sucibyt.com - All Rights Reserved | Designed by Chaedar
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram