" /> Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Ritual dan Rutinitas - SUCI BYT );

Kamu bangun pagi lalu mandi padahal matamu masih ingin dibawa bermanja-manja, kamu berangkat kerja, mengerjakan tugas-tugasmu di kantor, lalu pulang, menghabiskan sisa waktu sebelum kembali tidur untuk beberapa hal kecil seperti memasak atau bersih-bersih kemudian merebahkan badan dan mengulangi semuanya setiap hari. Suatu hari kamu merasa bosan, jenuh, dan lelah dengan bagaimana hari-harimu berlalu.

Kamu berdiri di sudut kecil di bagian samping gedung kantormu dan menghisap asap nikotin dari lintingan rokok yang selalu kamu bawa-bawa setiap tiga atau empat jam dari jam kerjamu dan menikmati bagaimana detik berganti detik hingga beberapa menit berdiri di smoking area itu membuatmu merasa pulih dari lelah yang menumpuk sejak duduk di bangku kerja sedari pagi. Dan kamu selalu hadir di sudut itu setiap hari, di jam-jam tertentu dalam sehari.

Apa perbedaan yang terasa menonjol dari dua cerita ini?

 

Rutinitas dan Sebuah Ritual

Secara bahasa, dalam KBBI dijelaskan bahwa rutinitas berasal dari kata rutin yang memiliki arti prosedur yang teratur dan tidak berubah-ubah. Prosedur tersebut adalah tahapan untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan dalam Wikipedia, ritual diartikan sebagai kata sifat yang menjelaskan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan terutama untuk tujuan simbolis yang dilaksanakan berdasarkan agama atau tradisi tertentu yang tidak dapat dilakukan sembarangan karena sudah diatur dan ditentukan. Biasanya, sebuah ritual bersifat sakral.

Baca Juga: Ritual Menyembuhkan

 

Bagi saya, sepanjang apapun penjelasan tentang arti ritual dan rutinitas, saya hanya punya satu pemahaman jelas untuk mengartikan dua kata ini; rutinitas adalah sesuatu yang terus dilakukan karena harus, sedangkan ritual adalah sesuatu yang dilakukan terus menerus karena butuh. Menjalani sebuah rutinitas akan cepat menumbuhkan kebosanan jika tidak diselingi oleh kegiatan lain sebagai variasi, sementara dalam melakukan ritual, meninggalkan satu bagian kecil saja akan membuat kita merasa kurang.

Kamu selalu berangkat kerja dengan bus dan menunggunya di halte setelah melintasi jembatan penyeberangan karena kamu harus berada di kantor. Rangkaian pergerakanmu mulai dari berjalan ke jembatan penyeberangan, berdiri di halte, hingga menaiki bus ini adalah rutinitas yang kamu lakukan setiap hari karena kamu harus berada di kantor setiap hari.

Kamu bangun tidur, menyeduh kopi lalu membuat sarapan sederhana dari roti dan bahan pelengkap yang ada di dapur kemudian melahapnya karena kamu butuh untuk mengisi perutmu dengan makanan agar kamu punya tenaga untuk melakukan banyak jenis kegiatan setiap hari. Rangkaian proses menyeduh kopi, menyiapkan sarapan hingga melahapnya ini kamu lakukan setiap hari. Sekali lagi, karena butuh.

 

Oke, lantas?

Ketika sesuatu yang kamu lakukan berulang-ulang dan terus-menerus itu terasa membosankan, barangkali kamu hanya sedang menjalani rutinitas tanpa sempat menyelinginya dengan kegiatan lain. Dan jika sesuatu terasa sedang tidak berjalan dengan baik dalam hidupmu (hubungan dengan orang tua atau pasangan misalnya), mungkin ada ritual yang tertinggal dari proses interaksi tersebut.

Maka lengkapi rangkaian ritualmu tentang apapun itu karena untuk sebuah kebutuhan, tidak ada yang bisa ditawar-tawar dan jalani rutinitasmu dengan mengusahakan celah untuk sebuah keragaman agar tidak cepat bosan. 

 

Baca Juga: Secuil Narasi Tentang Bahagia

Rumah dan Sebuah Kata Pulang