);

Mozaik adalah kombinasi serpihan atau potongan material tertentu yang disusun menjadi satu dan membentuk wujud visual baru. Misalnya mozaik yang ada di kaca-kaca arsitektur, mozaik foto, dan seni mozaik lainnya.

Biasanya setiap potongan yang digabungkan memiliki bentuk geometri, simetris dan warna yang berbeda-beda. Namun meskipun tidak satupun serpihan yang sama, ketika digabungkan, mereka dapat membentuk sesuatu yang terlihat lebih menarik dan memanjakan mata.

Dalam hidup, cerita pertemuan dan perpisahan terlihat seperti mozaik itu. Pertemuan dan perpisahan hanya sebagian kecil dari serpihan hidup seseorang. Sebagian kecil dari seseorang itu bertemu dengan sebagian kecil dari diri kita yang kemudian membentuk wujud baru. Lalu jika warna dan bentuknya masih belum terlihat menarik, gabungan dua bagian tadi dipertemukan lagi dengan serpihan lainnya. Begitu seterusnya hingga semua serpihan sudah cukup untuk membuat sebuah mozaik yang memiliki nilai seni.

In this case, seniman mozaik yang menyusun serpihan-serpihan ini adalah Dia Sang Maha Cipta. Serpihannya adalah kita, orang itu, dia, mereka.

Sesulit apapun prosesnya, penyatuan bagian-bagian kecil ini dilakukan dengan seni. Seni luar biasa yang hanya dimiliki oleh Sang Pencipta itu sendiri.

So What?

Belajarlah untuk merelakan. Karena sebesar apapun arti seseorang olehmu, sebesar atau sekecil apapun peran mereka dalam hidupmu, kehadiran mereka tetap hanya sebagai serpihan kecil yang melengkapi sebuah mozaik.

Lalu, jika suatu hari kita merasa ‘mozaikku tidak akan lengkap tanpa orang itu’, maka pahami ini baik-baik:

  • Bukan hadir orangnya yang menjadikan mozaikmu merupa wujud tertentu, akan tetapi ‘shape’ yang dia tinggalkan dalam kehidupanmu. Mungkin orang itu hadir untuk menambahkan warna biru yang mewakili betapa sakitnya kehilangan cinta pertama. Mungkin kehadirannya datang sebagai warna kuning yang menggambarkan hangatnya matahari pagi yang hanya berlaku sesaat saja.
  • Bukan waktu bersama orang itu yang membuat mozaikmu lengkap dengan segala bentuk serpihan, akan tetapi value apa yang telah ia tinggalkan dan membuatmu belajar bahwa tidak ada kata mubazir dari sebuah cerita pertemuan dan perpisahan. Mungkin kebersamaan singkat kamu dengan orang itu mengajarkan bahwa ada kesempatan yang tidak boleh dilewatkan. Mungkin juga kebersamaan yang cukup lama dengan orang itu membuatmu paham bahwa ada cerita yang hadir hanya untuk membuatmu menyadari sesuatu.

Terlalu Berat?

Mungkin, untuk benar-benar memahami sesuatu akan butuh waktu lama dan kejadian berulang-ulang bagi sebagian besar orang. Namun akan ada satu kesempatan, entah itu pertemuan, perpisahan, atau sebuah kejadian yang akan membuka mata kita dan membuat kita kembali mengingat apa yang pernah dijalani kemudian berhasil menyimpulkan apa yang seharusnya sudah lama kita pelajari.

Sulit dipahami? Yaudah, gitu aja. Namanya juga lagi baca isi kepala Suci Budiyanti.