" /> Gara-Gara Mr. Ron - SUCI BYT );

Sebulan lebih sudah rasanya kita tidak bisa keluar rumah dan melakukan banyak aktifitas dan rutinitas seperti biasa. Berminggu-minggu kita lalui dengan perasaan cemas, takut, tidak nyaman, dan greget sendiri dengan berbagai informasi yang kita terima sejak cerita tentang Corona atau apapun namanya isu yang sedang kita hadapi sekarang ini dimulai.

Terlepas dari apakah benar pandemi Covid-19 ini adalah murni sebuah outbreak yang tidak disengaja atau merupakan sebuah misi berhasil dari pihak tertentu yang sedang diuntungkan, masa-masa ini adalah masa dimana segala lapisan dan aspek hidup sedang terdampak.

Meskipun banyak hal sedang berubah dan tidak lagi berlangsung seperti biasanya, ”Miss Rona” (sejujurnya saya kurang setuju dengan embel-embel yang mengindikasi bahwa si virus ini berjenis kelamin perempuan, like seriously?) setidaknya memberikan kita banyak kesempatan untuk merasakan, mempelajari, memahami, menemukan dan menimbang-nimbang banyak hal.

Mungkin di hari-hari biasa kita adalah jenis orang yang tidak terlalu ambil pusing dengan apa yang terjadi di dapur sebelum kita dapat menikmati hidangan-hidangan enak sebagai santap siang atau malam. Siapa sangka, setelah menjalani berminggu-minggu di rumah, banyak orang menemukan bahwa mereka memiliki bakat menjadi koki handal. Mungkin juga, di hari-hari biasa kita tidak pernah menikmati pengalaman berjalan kaki ke warung di blok sebelah, atau ke taman di dekat mesjid depan rumah, siapa yang bisa mengira bahwa di hari-hari seperti ini dapat menikmati kesempatan berjalan kaki yang biasanya terasa melelahkan itu terasa sangat berarti.

Baca juga: 

Merasa Tidak Pernah Cukup, Mengeluhlah Dengan Benar

Ritual Menyembuhkan

 

Jelas banyak hal yang berubah setelah dunia menjadi terasa tidak baik-baik saja dengan penyebaran masif virus ini. Dan salah satu alasan dari banyak perubahan tersebut adalah dengan kita yang pada akhirnya menaruh perhatian pada suatu hal dan menyadari tentang sesuatu yang tidak pernah mendapatkan perhatian kita. Terlalu banyak detail kecil yang tadinya tidak kita anggap penting justru baru terasa berarti setelah kita melewati hari-hari penuh cuci tangan dan jaga jarak ini. Banyak hal yang kita rindu sementara selama ini hanya terlewatkan begitu saja. Seperti melihat senyum kasir di pusat perbelanjaan yang sekarang tertutup masker misalnya.

Perubahan-perubahan dan segala akibat dari apa yang sedang terjadi ini memberi warna dalam berbagai aspek cerita hidup kita. Namun untuk bisa melalui semuanya dengan tetap dalam kondisi “baik-baik saja” kita sangat perlu memiliki berbagai senjata yang siap siaga untuk digunakan ketika persoalan-persoalan tidak terduga muncul tiba-tiba. Dan jelas, persiapan yang harus kita miliki sebagai persenjataan dalam menghadapi masa pandemi ini tidak hanya sebatas stok tisu toilet atau stok bahan makanan berlebihan. Karena tentu saja yang paling wajib kita persiapkan adalah kewarasan yang stabil dalam menghadapi semuanya agar proses yang terjadi dalam otak dan jiwa kita tidak berantakan hanya karena dikurung berlama-lama dalam rumah.

Banyak orang yang hubungannya dengan pasangan menjadi retak sementara sebagian lainnya justru semakin lengket dan semakin saling cinta. Banyak orang yang mengeluhkan self quarantine sebagai alasan bertambahnya bobot badan mereka sementara sebagian lainnya justru menghasilkan body shape yang apik akibat exercise rutin karena punya waktu lebih banyak untuk memperhatikan kebugaran tubuh.

Di saat bersamaan, banyak orang yang bingung harus menyambung asap di dapurnya dengan cara apa sementara banyak orang yang hanya perlu menggeser-geser jempol di layar ponsel untuk bisa menikmati santap siang penuh ragam mereka karena masih menerima gaji bulanan dari kantor masing-masing meskipun tidak sedang produktif di kantor. Banyak orang yang bingung harus melakukan apa dengan usaha mereka agar tidak gulung tikar sementara banyak lainnya justru bingung memikirkan harus melakukan apa setiap hari agar tidak bosan menghabiskan hari-hari di rumah karena terlalu terbiasa bersosialisasi dengan budaya nongki-nongki cantik.

Sederhananya, segala sesuatu yang hadir dalam dua sisi uang koin harusdihadapi dengan cara berpikir dari berbagai sudut pandang. Lebih sederhana lagi (meskipun terdengar klise sekali), apapun itu, bersyukur. Seperti bersyukur bahwa ternyata bisa boker rutin setiap pagi tanpa perlu didorong obat-obatan konstipasi adalah anugerah yang luar biasa. Sesederhana itu.

 

Baca Juga:

Karena Kita Tumbuh Kita Berubah

The Climb: Bukan Puncaknya