Stories

Dua Nenek dan Sungai Danube

Laura menghela napas mengisi rongga dadanya yang terasa hangat. Jelas ada banyak salju yang meleleh di dalam sana. Terlalu meleleh hingga dua matanya yang masih saja terlihat menyala mulai basah. Laura melingkarkan tangannya di pundak Renee lalu mengusap wajah Renee dengan mata ikut memperhatikan permukaan Danube. Of course they are, bisiknya membatin sambil membiarkan lelehan salju tadi meluncur dari ujung matanya.

Read More
Malam Minggu Luigi - Part 1

Suatu Sabtu, setelah datang ke sudut Jakarta Selatan dan bertemu dengan seseorang, malam minggu untuk pertama kalinya menjadi sebuah malam panjang yang membekas kuat, menempel, dan membungkus ku, manis.

Read More
Like Never Before - #loveletterseries | eps.2

I’m annoying and careless. I do what I want most of the time without even thinking, but also at the same time thinking too much, about other humans, about other anything. I don’t know how to explain it clearly, but most of the time I also find it hard to even understand my own-self. One thing I know, I have a strong solitude and hardly people notice I need to break them apart when I fall in love.

Read More
Dialog Hujan, Kau dan Aku - Part III

Bu, aku belum pernah sebahagia ini. Semua terasa mungkin. Dengannya, Bu. Anak ini membuatku merasa istimewa. Made me believe that I wasn’t that hard to love. Dan jelas Bu, semakin aku kembali mengenal anak ini, semakin aku kembali sanggup menghargai diri sendiri. Dengan anak ini Bu, aku ingin menjadi versi terbaik dari sosok anakmu yang tentu saja akan selalu mencintaimu dengan luar biasa.

Read More
Dialog Hujan, Kau dan Aku - Part II

Seolah begitu ahli membaca ‘jalan’, aku mulai lancang menyimpulkan bahwa nanti setelah selesai kita bertukar cerita, aku tidak lagi akan pernah sama. Terlalu lancang hingga enggan melepasmu berlalu nanti karena aku tau, mulai detik ini waktu yang dihabiskan denganmu tidak akan pernah terasa cukup.

Read More
Dialog Hujan, Kau dan Aku

Hari ini ada yang berbeda dari butiran hujan yang kuperhatikan meluncur dari ujung atap genteng di sudut coffe shop mungil bernuansa rotan ini. Hari ini, hujan turun dan untuk pertama kalinya aku paham betapa rintiknya begitu apik. Betapa setiap percikannya yang usil menyentuh kulitku ini bisa mengirim pesan bahwa hujan, memang secantik itu.

Read More
Copyright ©2018 - 2024 sucibyt.com - All Rights Reserved | Designed by Chaedar
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram